Wabup Enrekang Buka Sosialisasi Pajak Bapenda Sulsel

ENREKANG  – UPT Pendapatan Wilayah Enrekang  menggelar sosialisasi pajak daerah di Ruang Pola Kantor Kepala Daerah Kabupate Enrekang,  Selasa (26/9/2017). Wakil Bupati Enrekang Drs. H.M Amiruddin,  SH membuka acara tersebut.

Wabup meminta peserta sosialisasi yang sebagian besar adalah ASN Pemkab Enrekang rajin membayar pajak dan mendukung apa yang dilakukan  UPT Pendapatan Wilayah Enrekang dalam mengumpulkan  pajak daerah.

Kata wabup, hasil pajak yang dipungut  UPT Pendapatan Wilayah Enrekang akan diberikan kembali kepada Pemkab Enrekang yang disebut dana bagi hasil (DBH). Selanjutnya DBH tersebut dipakai Pemkab Enrekang membangun infrastruktur di Enrekang.

Kepal Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) H Burhanuddin SH membawakan materi berjudul pajak dan layanan unggulan Bapenda Sulsel pada sosialisasi yang dihadiri 100-an peserta ini.

Burhanuddin mengungkapkan, hingga  Agustus  2017 Pemkab Enrekang telah menerima dana bagi hasil (DBH) dari Bapenda Sulsel sebesar Rp 23,707,709,497 yang jumlahnya akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Dana bagi hasil tersebut berasal dari pajak yang dikumpulkan oleh Bapenda Sulsel yakni pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Sebanyak 30 persen PKB dan BBKB ini diberikan kepada kabupaten kota dan 70 persen diberikan kepada provinsi. Sementara pajak rokok sebanyak 70 persen  diberikan kepada kabupaten/kota sedangkan provinsi hanya menikmati 30 persen. Sementara  pajak air permukaan hasilnya dibagi rata, 50 persen untuk provinsi dan 50 persen untuk kabupaten/kota.

Dalam sosialisasi ini, ia  menjelaskan  sejumlah layanan unggulan UPT Pendapatan Wilayah Enrekang  yang bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Layanan unggulan tersebut yakni samsat link, gerai samsat, samsat drive thru, samsat keliling, samsat delivery, e-Samsat bekerja sama Bank Sulselbar  hingga SMS info pajak kendaraan bermotor

Sosialisasi ini dihadiri juga Kepala UPT Pendapatan  Wilayah Enrekang  Drs Eddy Pappang M.Si,  Kasat Lantas Polres Enrekang, AKP I Made Untung, dan perwakilan PT Jasa Raharja.

“Lima jenis  pajak yang dipungut Bapenda akan dikembalikan kepada masyarakat Pangkep melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan atau pendidikan gratis,” katanya.

Ia  mengajak masyarakat Enrekang untuk aktif membayar pajak karena pajak yang dibayarkan akan memacu  pembangunan di Kota Masserempulu  tersebut.

Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah, lanjutnya,  adalah aktif melakukan  sosialisasi kepada masyarakat wajib pajak, melakukan penertiban kendaraan yang tidak membayar pajak, dan mendatangi rumah wajib pajak agar mereka mau membayar pajak.

UPT Pendapatan Enrekang Temukan Rokok Tak Bercukai

ENREKANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Enrekang  melakukan pendataan rokok di Kecamatan Enrekang, Kota Enrekang, Selasa (5/9/2017). Ditemukan sebanyak 70 rokok yang tak dilengkapi dengan cukai resmi dari pemerintah.

“Kami melakukan pendataan rokok di sejumlah toko Kota Enrekang. Hasilnya kami menemukan sekitar 70 rokok merek Planet Mart yang tidak dilengkapi dengan cukai rokok,” kata Kepala UPT Enrekang, Eddy Pappang, M.Si.

Ia menambahkan, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada penjual rokok agar tidak menjual rokok yang tidak dilengkapi dengan cukai. Rokok yang tak bercukai, lanjutnya, berarti tidak memberikan kontribusi pada pembangunan di Enrekang

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan rokok yang beredar di Enrekang semuanya dilengkapi dengan cukai asli. Hingga Juni 2017, Pemkab Enrekang telah menikmati dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 5,8 m

ENREKANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Enrekang  melakukan pendataan rokok di Kecamatan Enrekang, Kota Enrekang, Selasa (5/9). Ditemukan sebanyak 70 rokok yang tak dilengkapi dengan cukai resmi dari pemerintah.

“Kami melakukan pendataan rokok di sejumlah toko Kota Enrekang. Hasilnya kami menemukan sekitar 70 rokok merek Planet Mart yang tidak dilengkapi dengan cukai rokok,” kata Kepala UPT Enrekang, Eddy Pappang, M.Si.

Ia menambahkan, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada penjual rokok agar tidak menjual rokok yang tidak dilengkapi dengan cukai. Rokok yang tak bercukai, lanjutnya, berarti tidak memberikan kontribusi pada pembangunan di Enrekang

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan rokok yang beredar di Enrekang semuanya dilengkapi dengan cukai asli. Hingga Juni 2017, Pemkab Enrekang telah menikmati dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 5,8 m.

Samsat Enrekang Jaring 202 Kendaraan Tunggak Pajak

ENREKANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Bapenda Sulsel Wilayah Enrekang atau biasa disebut Samsat Enrekang menggelar operasi penertiban kendaraan di Riso, Kecamatan Enrekang, Rabu (30/8/2017).

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Enrekang Eddy Pappang, M.Si mengatakan, dalam operasi ini pihaknya berhasil menjaring 202 unit kendaraan yang belum membayar pajak. Terdiri dari kendaraan roda empat 42 unit dan 160 unit kendaraan roda dua.

Ia menambahkan, dalam operasi penertiban yang melibatkan Polantas Polres Enrekang ini ada tiga kendaraan yang langsung membayar pajak kendaraan di tempat, roda empat sebanyak dua unit dan roda dua sebanyak satu unit.

Kasubag Tata Usaha UPT Pendapatan Wilayah Enrekang, Ridwan SE, menambahkan, semua wajib pajak yang terjaring telah menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk melunasi pajak kendaraannya paling lambat  dua minggu ke depan di Samsat Enrekang.

Rencananya aksi ini akan kembali dilakukan di sejumlah titik di Kota Enrekang. Pajak yang terkumpul dari kendaraan bermotor selanjutnya akan dikembalikan ke rakyat dalam bentuk pembangunan.